Jumat, 04 Maret 2016

PELUANG BISNIS



TUGAS LINGKUNGAN BISNIS
“PELUANG BISNIS”



NAMA            : RIKA PRABOWO
NIM                : 15.12.8503
KELAS           : 15.S1SI.03
DOSEN           : Prof. Dr. M. Suyanto M.M

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA
2016


KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya karya ilmiah yang saya susun semoga bisa bermanfaat. Karya ilmiah ini telah saya susun dengan maksimal mengambil dari berbagai sumber dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga memperlancar pembuatannya.Untuk itu saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan karya ilmiah ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun segi bahasanya. Oleh karena itu saya menerima kritik dan saran yang membangun..
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat dan bisa menginspirasi bagi teman-teman dan semua pihak yang membutuhkan.


YOGYAKARTA, 4 Maret 2016
















ABSTRAK


Setiap orang pasti memiliki hobi masing-masing dari berbagai bidang, misalnya saja olahraga, musik, game dll. Dan dari hobi tersebut bisa saja menghasilkan pundi-pundi uang jika dikelola dengan baik dan kreatif. Yang akan saya ambil disini adalah bisnis yang berkaitan dengan musik yaitu bisnis pembuatan alat musik gitar. Gitar tidak hanya sekedar alat musik berdawai yang bisa menghasilkan suara yang merdu, melainkan bisa menghasilkan peluang bisnis yang besar.



ISI


Semakin berkembangnya dunia musik di tanah air kita melahirkan banyak produk-produk alat musik yang beragam misalnya alat musik gitar. Di Indonesia sendiri banyak produsen gitar yang menghasilkan dan menggantungkan hidupnya pada pembuatan alat musik berdawai ini. Banyak memang penggemar gitar di Indonesia sendiri dari anak-anak hingga dewasa bahkan orang tua, dan menurut saya bisnis ini adalah bisnis yang menggiurkan.

Seperti di desa Mancasan, Baki, sudah lama kondang sebagai sentra pembuat gitar. Umumnya, para perajin desa ini mendapat keahlian membuat gitar secara turun-temurun dari orangtuanya. Produk gitar buatan tangan terampil para perajin Desa Mancasan kini sudah melanglang buana ke berbagai daerah, bahkan negara tetanggapun juga ikut mencicipinya. Desa Mancasan memang telah lama dikenal sebagai daerah home industry gitar. Sejak tahun 1975, para penduduk desa tersebut telah mulai merintis usaha pembuatan gitar. Kian lama, kian banyak perajin yang ikut membuat gitar dan lambat laun daerah ini pun kondang sebagai sentra pembuatan gitar.

Giatno, pria berusia 52 tahun yang salah seorang perajin gitar dari Desa Mancasan, berujar, ia memiliki keahlian membuat gitar setelah berguru pada ayahnya yang juga bekas pembuat gitar. Kebanyakan para perajin gitar di desa ini memang belajar keahlian membuat gitar secara turun-temurun atau belajar dari tetangga sekampung. Kini, hampir seluruh penduduk Desa Mancasan, merupakan perajin gitar. "Kalau ditotal bisa ada sekitar 100 perajin gitar di kawasan ini," ujar Giatno.

Produk-produk yang dihasilkan di sentra ini pun beragam. Awalnya, para perajin ini hanya menghasilkan celo, bas, dan gitar ukuran besar. "Karena dulu musik keroncong berjaya," ujar Giatno. Namun kini, seiring perkembangan zaman, para perajin juga membuat gitar akustik dengan ukuran standar yang mendominasi penjualan. Giatno sendiri dalam sebulan bisa memproduksi gitar hingga 12 lusin. "Harganya bervariasi, mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 500.000 per gitar," ujar Giatno. Omzet yang diterimanya pun bervariasi tergantung jumlah pesanan. Namun, biasanya bisa sekitar Rp 15 juta hingga Rp 40 juta per bulan.

Adapun tahap tahap pembuatan gitar :

1.      Tahap Awal (Pembuatan Body)
– Bahan dari kayu Cyprus dan Triplek
– Triplek dipotong panjang sesuai ukuran kemudian dihaluskan dengan menggunakan mesin. Setelah halus dimasukan ke dalam cetakan lalu dijepit dengan klem kecil kemudian dipasang klose lalu dijemur. Setelah kering kemudian dipasang krem (tulang-tulang) dengan lem lalu dijemur lagi. Setelah kering dan triplek telah terbentuk lalu dilepas dari cetqakan kemudian dipasang palang. Setelah pemasangan palang selesai kemudian dipasang triplek besar pada bagian depan dan belakang dengan menggunakan lem kayu, kemudian dijepit dengan klem besar lalu dijemur sampai kering. Setelah kering triplek bagian depan dan belakang dipotong mengikuti bentuk gitar. Proses terakhir dari tahap awal ini adalah membentuk lubang resonansi sesuai ukuran.
2.      Pembuatan Neck (Stang Gitar)
– Bahan dari kayu mahoni, waru atau maple.
– Bahan dikeringkan dengan sinar matahari atau menggunakan Oven.. Kemudian kayu dibentuk sesuai bentuk Neck (Stang).
3.      Penyambungan Body dan Neck
– Neck disesuaikan dengn body, setelah sesuai kemudian disatukan dengan lem dan dipaku. Setelah itu kemudian dihaluskan kemudian dipasang Kreplang (Fingerboard) dengan menggunakan lem
4.      Proses Penghalusan atau Pendempulan
– Setelah body dan neck dipasang tahap yang harus dilakukan selanjutnya adalah proses penghalusan atau pendempulan gitar dengan amplas kasar, kemudian didempul lalu dijemur sampai kering. Setelah kering lalu diamplas kembali dengan amplas nomer 120 kemudian bagian neck dilubangi untuk memasang senar kemudian disending ( Tiner dan pengeras) sebanyak dua kali lalu dijemur kembali. Setelah kering kemudian diamplas kembali dengan amplas nomer 240 supaya lebih halus.
5.      Pembuatan Block (Tempat Senar)
– Bahan dari kayu sono keeling yang dibentuk sesuai dengan contoh atau sesuai pesanan yang diinginkan (tidak ada patokan). Cara menempelnya dengan menggunakan lem dan disekrup. Bentuk \ model tergantung seri gitar yang akan diproduksi.
6.      Finishing atau Tahap Akhir
– Pengecatan, dilapisi dengan melamine dan dikeringkan dengan oven agar tidak terkena debu, Pemasangan kawat (krep), pemasangan block, pemasangan breh atas dan breh bawah (bahannya terbuat dari plastic), pemasangan list (dari mika dengan lem castol atau dengan spidol besar), pemasangan steamer, senar, merk, kemudian dibungkus dan di Packing (Biasanya satu packing beris 6 buah gitar) Kemudian dikirim sesuai kota tujuan.

Dengan relasi yang banyak maka bisnis gitar ini akan menjadi besar seiring dengan berjalannya waktu. Tapi mungkin ada kendala yaitu ada beberapa sparepart gitar yang harus import dari luar negri untuk menghasilkan kwalitas yang baik. Dan karna import maka kendala lainnya yaitu harus berurusah dengan nilai tukar rupiah. Tapi itu tidak menjadi masalah besar jika kita memang mempunyai niat dan mental bisnis yang kuat.



REFERENSI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar